Kentang Radio, Pelangi di Malam Hari
Ketika pertama kali saya mengetahui dan mendengar tentang Kentang Radio, terus terang saya bertanya-tanya: Ini nama stasiun radio siaran atau varietas kentang baru? Bukan apa-apa. Saya memang belum pernah mendengar sama sekali nama itu. Tapi saya langsung ngakak terguling-guling setelah mencari dan menemukan informasi soal Kentang Radio.
Mengapa? Buat saya, Kentang Radio itu sebuah keganjilan cara bersiaran yang mengasyikkan. Ia seperti pelangi yang muncul di malam hari. Warna-warni di sebuah hamparan yang seragam.
Berbeda dari radio siaran lain yang memancarkan musik dan kata lewat gelombang radio, Kentang Radio menyalurkan musik lewat teknologi streaming. Jadi ya nggak bakal ketemu jika dicari di gelombang FM mana pun. Kentang Radio hanya bersiaran di Facebook. Dan berlainan dengan radio siaran tradisional, jam siaran Kentang Radio itu tak menentu. Kadang subuh, sesekali siang. Sering kali dinihari. Suka-suka pengelolanya.
Lagu-lagu yang diputar Kentang Radio pun bukan lagu baru, melainkan musik-musik jadul, dengan urutan seenak perut penyiarnya. Hari ini mungkin mereka memutar pop hits Indonesia 1980-an. Besok slow rock. Berikutnya rock-ballad. Mereka bahkan tak tabu memutar keroncong. Tak ada pola atau pakem tertentu. Semuanya bebas. Sebebas kita mau mendengarkan atau tidak. Saya bahkan bisa memesan lagu via Twitter sesuai tema siaran mereka. Saya boleh ikut nimbrung di bilik obrolan digital mereka di Facebook untuk berbagi ide.
Dengan seluruh keganjilan dan perbedaan itu, Kentang Radio jadi mengasyikkan, paling tidak, buat saya. Konsep siaran yang seperti ini belum pernah saya temukan di radio mana pun. Sebuah konsep yang membebaskan, baik pengelolanya maupun pendengarnya. Kalaupun sampean tetap tak menyukainya, ya itu urusan sampean. Bukan urusan saya.
- Ndorokakung -
- Mbilung Ndobos -
Anda mungkin akan kecewa dan merasa telah mengambil keputusan yang keliru dengan mengunjungi Kentang Radio. Atau bahkan mungkin merasa menyesal karena sudah mendengar kabar mengenai radio ini.
Apalagi ketika Anda sadar kalau Kentang Radio ini hanya menyajikan musik-musik yang tidak biasa, lagu-lagunya tidak bisa ditemukan di stasiun radio lain atau di toko musik, atau malahan tidak enak untuk didengarkan.
Ketika Anda juga tahu bahwa Kentang Radio siaran sesuka-suka hati, kadang mulai siaran dari pagi hari hingga pagi keesokannya, kadang berhari-hari tidak siaran sama sekali, karena memang tidak ada yang tahu kapan radio ini akan mengudara, kecuali Kentang Radio itu sendiri.
Juga saat Anda tahu bahwa tidak cukup hanya dengan menggunakan perangkat radio biasa, melainkan harus menggunakan seperangkat komputer dan harus terhubung dengan internet, membutuhkan usaha yang lebih besar hanya untuk bisa mendengarkan siarannya.
Tapi kalau Anda memang bermaksud mencari sesuatu yang berbeda, mungkin Kentang Radio memang tempat yang tepat.
Selamat datang!
- Mbakdos -
Radio ini juga memberi fasilitas bagi pendengar untuk chatting. Ya, mereka tahu benar kebiasaan orang Indonesia yang suka mengobrol tanpa juntrungan. Jadi diberilah fasilitas chatting agar orang bisa langsung komentar atau request atau bicara tidak penting lainnya disitu.
Salah satu yang membuat saya terkesima akan radio ini adalah materi lagu-lagu yang mereka putar yang selalu penuh kejutan dan berada di luar arus utama dari radio-radio pada umumnya. Satu waktu mereka bisa menjadi jukebox tembang kenangan. Satu waktu lagi mereka memutarkan lagu-lagu aneh bin eksotis dari segala penjuru Asia Tenggara. Mereka tidak peduli ketika memutarkan lagu Guruh Soekarno Putra yang berdurasi lima belas menit lamanya. Atau tiba-tiba memutarkan lagu daerah Minang di sebuah malam.
Semua yang diputar berlandaskan selera personal dari sang DJ yang dibagikan dengan penuh cinta kepada para pendengar. Dimana pada akhirnya semua yang mendengar Kentang Radio merasakan suka cita karena mereka bisa mendapatkan sebuah pengalaman baru dari mendengarkan sebuah radio.
- Dimas Ario -